ituLah saat dimana aku dan teman - temanku bermain disawah.
bersenda gurau,
memainkan Layang - Layang,
hingga memanjat keLapa muda (Degan).
...seorang temanku berteriak,
Hore..... Semangka... Semangka... Asyik...
aku dan semua temanku gembira,
sebab waktu terik itu bapak membawa semangka untuk kami.
Bapak : "kau bagi rata semangka ini dengan tujuh temanmu"
...baik bapak. jawabku.
ku ambiL pisau dan membeLahnya menjadi delapan bagian,
semua temanku senang,
ada yang menyanyi, berjoget, tertawa Lepas tiada batas,
makLum, saat itu kami masih keLas Lima SD.
seteLah ku potong menjadi deLapan bagian,
Bapak : "sudahkah kau bagi dengan rata...?"
...sudah bapak. jawabku.
Bapak : kaLau begitu, ambiLLah bagian kaLian masing - masing.
Dengan cepat aku mengambiL semangka yang teLah aku potong.
...tanpa aku sadari,
tangan bapak yang kuat Lagi kasar menghampiri pipiku,
...aku menangis, menangis dan menangis karena tamparannya.
tanpa tahu apa sebabnya...
teman - temanku terdiam, hening siang itu.
terdengar bisik - bisik temanku,
sesekaLi kudengar desiran angin, panas hatiku...
Bapak : "jika engkau menjadi pembagi semangka itu, maka bagiLah dengan AdiL."
Aku : "aku teLah membagi semangka itu dengan rata dan sama persis"
Bapak : "jika engkau menjadi pembagi, maka ambiLLah bagianmu terakhir kaLi."
Bapak : "jika membaginya AdiL, engkau tidak buru-buru untuk mengambiL pertama kaLi."
"Anakku, ingatLah seLaLu,
AdiL bukan berarti sama,
AdiL tidak harus rata,
AdiL adaLah menempatkan hak pada yang hak.
_____________________________________________________________________________________________
__________________________________________________________________________
Tidak ada komentar:
Posting Komentar