Sabtu, 22 Januari 2011

EkasiLa

Gotong Royong

kata yang hampir punah di negeri tercinta ini,
...ada banyak faktor, sehingga gotong royong tidak lagi di amin-i. Salah satu faktornya, karena pola hidup masyarakat indonesia telah lupa akan arti ke-sederhana-a.

Gaya hidup mewah dipertontonkan sedemikian rupa oleh pemerintah, sehingga masyarakat mencontoh meski sesungguhnya tidak sesuai dengan keadaan ekonomi. Berawal dari hal yang sepertinya sepele, yakni gotong royong yang ditingalkan, berimbas pada kebijakan - kebijakan pemerintah yang sembrono, tanpa disadari kebijakan itu adalah tindakan bodoh wakil - wakil rakyat. Bukti ke-tolol-an pemegang wewenan kabijakan adalah memberikan aset kekayaan negara (tambang emas, dll) kepada selain orang indonesia. Maka sungguh, kami Parlemen Nusantara tidak rela karena kekayaan bumi indonesia tidak sepenuhnya dipergunakan untuk kesejahteraan masyarakat.

Kemudian, manakala gotong royong tidak lagi dijalankan dalam membangun negara, maka kedepan keputusan - keputusan konyol pemerintah akan terus melimpah ruah yang akhirnya NKRI tidak lagi sebagai harga mati, karena diakui atau tidak, NKRI bukan milik perorangan, golongan ataupun kelompok. Apakah di antara kita ada yang menginginkan munculnya Timor-Lest lain...?

Saudara ku, engkau adalah darah ku, tidak ada waktu lagi untuk bermain dalam mengurus bangsa ini, ...ber-gotong-royoong-lah, mari kita abdikan diri ini pada ibu pertiwi.

Sepanjang-panjangnya umur, ada waktu untuk mati.

Tidak ada komentar: